Tak Semudah di Bumi, Proyek Tempe ke Antariksa Pernah Gagal


Juni 18, 2017 Facebook Twitter LinkedIn Google+ Berita


Pergantian_Manusia_Luar_Angkasa_iklankoranku

Toba Samosir – Eksperimen untuk menumbuhkan tempe di luar angkasa ternyata tak semudah seperti yang dilakukan di bumi. Tim proyek dari SMA Unggul Del bahkan pernah gagal beberapa kali sebelum akhirnya penelitian sukses diluncurkan ke antariksa.

Sebelumnya, pelajar SMA Unggul Del berhasil meneliti tumbuhnya ragi di luar angkasa. Tidak berhenti di situ, proyek pun dilanjutkan untuk fermentasi kedelai. Kali ini tim peneliti ingin membuktikan apakah kedelai bisa terfermentasi lebih cepat di luar angkasa daripada di bumi.

Pyoyek tempe ke luar angkasa.Pyoyek tempe ke luar angkasa. Foto: Nita Sari/ detikcom

Jalannya eksperimen ternyata tidaklah gampang. Tim proyek yang terdiri atas empat kelompok: sains, elektrikal, pemrograman, dan mekanikal beberapa kali terkena kendala terutama dalam memikirkan upaya agar kedelai tidak busuk.

Pyoyek tempe ke luar angkasa.Pyoyek tempe ke luar angkasa. Foto: Nita Sari/ detikcom

“Ada banyak. Kalau misalkan failed nya di pengukuran berapa banyak air itu ada beberapa kali. Kayaknya ada puluhan. Sebenarnya agak susah mikirnya kan bagaimana supaya kedelainya tidak busuk sampai di sana (luar angkasa). Itu pikirnya lama. Gimana nyampenya kering tidak busuk,” ungkap Putry Yosefa Siboro, anggota tim proyek di SMA Unggulan Del, Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (16/6/2017).

Pyoyek tempe ke luar angkasa.Pyoyek tempe ke luar angkasa. Foto: Nita Sari/ detikcom

Selama Oktober hingga November 2016, tim proyek terus berkutat memikirkan metode agar pertumbuhan tempe bisa optimal di keadaan gravitasi hampir mendekati nol.

“Itu sudah dilakukan berkali-kali bagaimana menambahkan air supaya fermentasinya cukup, berapa banyak air yang dibutuhkan, berapa banyak ragi yg dibutuhkan supaya pertumbuhannya optimal,” ungkap Putry Yosefa Siboro yang juga merupakan mahasiswa Institut Teknologi Del.

Pyoyek tempe ke luar angkasa.Pyoyek tempe ke luar angkasa. Foto: Nita Sari/ detikcom

Perdebatan selama proses penelitian juga tak dapat dihindari. Tetapi, kata Putry, berkat kekompakan tim, penelitian akhirnya bisa rampung. Modul eksperimen pun berhasil diluncurkan pada Minggu (4/6/2017).

Hingga saat ini, tim proyek terus melakukan pemantauan perkembangan tempe di luar angkasa melalui foto yang dikirimkan oleh NASA.

Comments